Selasa, 18 September 2012

PENULISAN KARYA ILMIAH BAGI PUSTAKAWAN

1. Pendahuluan Menulis karya ilmiah tidak sama dengan menulis tulisan popular. Menulis karya ilmiah mempunyai aturan-aturan dan teknik tertentu yang harus diikuti. Dalam dunia ilmiah kita ketahui bahwa ilmu dan pengetahuan didahului oleh ilmu dan pengetahuan sebelumnya, sehingga sebelum menulis tentu didahului dengan mengumpulkan informasi ilmu dan pengetahuan sebelumnya, sehingga menulis tidak dapat dipisahkan dengan membaca. Dalam dunia perpustakaan istilah pencarian informasi dikenal dengan penelusuran literatur. Maka beruntunglah pustakawan cukup mempunyai bekal dengan memiliki pengetahuan penelusuran literatur. Menulis harus diawali dengan munculnya ide/gagasan tentang suatu topik. Ide/gagasan muncul bisa dari si penulis sendiri tetapi dapat juga atas permintaan. Gagasan atau ide dapat diciptakan oleh si calon penulis dengan cara membaca situasi/kondisi atau membaca-baca literatur. Selanjutnya adalah tergantung mengembangkan ide dan hasil penelusuran menjadi bermanfaat melalui suatu tulisan. Tulisan karya ilmiah sama pentingnya dengan pelaksanaan penelitian karena hasil penelitian yang tidak dituangkan kedalam laporan atau bahkan diterbitkan orang tidak akan tahu apa yang telah dilakukan. Oleh karena itu menulis harus dipahami oleh orang yang membacanya. Menulis tulisan ilmiah yang efektif tidaklah mudah. Pada umumnya tulisan yang baik akan dapat dibaca dan dipahami oleh orang yang bukan bidangnya stsu orang yang baru mempelajarinya. Hasil penelitian Hermanto (2004) menunjukkan bahwa faktor penghambat pustakawan menulis artikel umumnya adalah rendahnya .kemampuan dan minat menulis, hampir seluruh responden yang diteliti menyarankan adanya pelatihan menulis artikel, sedangkan Sulistyo-Basuki (1997) mengatakan bahwa pustakawan yang mengikuti majalah profesi sangat minim sekali. Maksud tulisan ini adalah menjelaskan tentang tata cara penulisan ilmiah bagi pustakawan dengan tujuan sebagai salah satu referensi untuk menulis karya ilmiah bagi peserta kursus pustakawan Setelah mengikuti diklat ini daharapkan ditindaklanjuti dengan memulai menulis, karena tanpa pengalaman menulis tidak dapat meningkatkan peran pustakawan sendiri. ________________________________________________________________________ * ) Disampaikan pada Diklat Alih Ajar se Propinsi Jawa Tengah ** ) Kepala Bidang Informasi - Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah - LIPI RUANG LINGKUP Tulisan ini khususnya membahas tentang penulisan ilmiah: faktor penting dan penyiapan dalam penulisan, serta tidak dapat dihindari adanya pengetahuan tentang jenis-jenis terbitan, juga hal-hal yang berkaitan dengan penulisan ilmiah bagi pustakawan. Makalah ini ditulis dengan tata ururt sebagai berikut : 1. Pendahuluan. 2. Faktor-faktor penting. 3. Penyiapan penulisan ilmiah 4. Format tulisan ilmiah 5. Tahap-tahap membuat tulisan ilmiah. 6. Perbedaan penerbitan ilmiah dan populer 7. Angka kredit karya Ilmiah dan bagi pustakawan. 8. Penutup. Sebelum membahas lebih jauh, perlu persamaan pemahaman terlebih dahulu tentang batasan karya tulis ilmiah, karya ilmiah, dan karya tulis populer. Karya tulis ilmiah adalah Tulisan yang disusun oleh orang atau sekelompok orang (tim) yang melakukan penelitian/kajian. Karya ini mempunyai bertujuan menjelaskan secara akurat prosedur/metode yang berlaku dan menyajikan hasil penelitian . Karya ini ditulis dengan format standard: abstrak, pendahuluan, bahan dan metode, hasil dan pembahasan, kesimpulan, serta daftar pustaka. Contoh: Laporan penelitian Skripsi Tesis/Disertasi Tugas akhir Makalah hasil penelitian Karya ilmiah adalah: Tulisan/artikel yang ditulis oleh orang atau sekelompok orang (tim) dibidangnya dan berpengalaman. Tulisan bukan berasal dari hasil penelitian/kajian tetapi berasal dari gagasan atau tinjauan literatur yang bersifat ilmiah dan ditulis berdasarkan kaidah ilmiah. Namun format tulisan tidak perlu mengikuti standar karya tulis ilmiah. Contoh: Proposal Ringkasan eksekutif Makalah bahan ajar dan modul Tinjauan literatur Penulisan ilmiah populer Karya ilmiah yang disajikan dalam tulisan populer dengan tujuan dibaca oleh pembaca umum. Ditulis oleh ilmuwan dibidangnya, maupun oleh orang lain yang bukan di bidangnya namun dapat menyajikan secara populer. . Contoh: Artikel-artikel yang dimuat di majalah Baca. 2. Faktor-faktor Penting Faktor-faktor penting dari sebuah tulisan ilmiah yang dapat dibaca dan dimanfaatkan oleh pembaca (masyarakat ilmiah/non ilmmiah) antara lain : 1. Kemampuan berbahasa tertulis : dengan menggunakan bahasa yang benar 2. Topiknya: a. up to date dan atau b. sesuai dengan keinginan dan yang terjadi di dalam kehidupan masyarakat pembaca, c. memberikan solusi d. bukan hasil karya orang lain/meniru bahkan menjiplak 3. Bahasanya mudah dimengerti oleh pembaca 4. Tata cara penulisan sesuai kaidah penulisan ilmiah dan konsisten a. Penetapan judul b. Penulisan kalimat c. Penyusunan paragraf d. Kesinambungan antar paragraf 5. Tujuan menulis 6. Pengumpulan data 7. Penelusuran 8. Penulisan sumber serta cara pengutipan: Referensi yang digunakan tidak ketinggalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. 3. Penyiapan Penulisan Ilmiah Suatu tulisan ilmiah akan dibaca oleh orang lain, bahkan akan diguanakan sebagai acuan dalam sebuah penulisan. Dalam ilmu perpustakaan dikenal dengan istilah sitiran. Penggunaan sumber referensi tulisan orang berarti menyitir (citing), sedangkan tulisan yang digunakan sebagai acuan dinamakan disitir (Cited). Oleh sebab itu sebelum memulai menulis diperlukan persiapan terlebih dahulu, berikut adalah petunjuk penyiapan penulisan ilmiah: 1.Mengorganisir informasi: Mengumpulkan seluruh karya atau informasi yang berkaitan dalam suatu map 2. Mengidentifikasi pembaca Karya yang akan ditulis sangat ditentukan oleh tingkat pemahaman dan minat pembaca misalnya : Tabel 1. TARGET PEMBACA TULISAN ILMIAH JENIS TULISAN ILMIAH PEMBACA TARGET Thesis Penguji Menilai hasil, penilaian Paper Referensi ilmiah – referensi publik Cek orisinalitas, kualitas, suitabel Menyaring informasi Proposal riset/penelitian Pengambil kebijakan penelitian Menilai kualitas dan kesesuaian dengan kegiatan Artikel Populer Umum Diinformasikan kepada pembaca baru untuk kesenangan 3. Menetapkan tujuan Menentukan subjek, masalah khusus yang menjadi isue, apa yang telah dihasilkan pada karya terdahulu, metode apa yang akan digunakan untuk mencapai tujuan. 4. Membuat outline Biasanya satu atau dua halaman akan merinci atau membagi item menjadi item yang lebih kecil. Selain itu juga untuk menghindari overlaping isi tulisan 5. Kejelasan Tulisan yang tidak rapi, membingungkan, mengaburkan dan menyesatkan pembaca hampir pasti akan berdampak yang buruk pada masyarakat ilmiah 6. Kejujuran dan kepercayaan Dengan membaca artikel yang ditulis diharapkan akan menambah pengetahuan dan pengalaman bagi pemcacanya. Hindari istilah yang menyangatkan atau luar biasa. 7. Penyusunan draf pertama kemudian dikoreksi ulang selanjutnya penyelesaian akhir penulisan 4. Format karya tulis ilmiah adalah i. Abstrak : Suatu abstrak disusun untuk keperluan pembaca atau pemakai, yang merupakan versi ringkas atau poin terpenting dari isi dokumen, sehingga akan membantu bagi pembaca/pemakai apakah suatu dokumen bernilai atau tidak bagi seseorang. ii. Kata kunci (keywords) iii. Pendahuluan : Bagian ini biasanya berisi latar belakang penulisan, tujuan penulisan atau menggambarkan apa yang akan disampaikan dalam tulisan, jelas, tidak terlalu berlebihan iv. Bahan dan Metode ( apabila dalam penelitian ) v. Penutup atau Kesimpulan: Bagian ini merangkumkan pokok-pokok yang menarik dan bagian-bagian ini semestinya sudah muncul pada bagian isi. vi. Daftar Pustaka / Referensi : berisi sumber rujukan yang digunakan dalam penulisan ilmiah tersebut. Ditulis dengan menggunakan format yang baik dan rinci serta standar sesuai dengan jenis dokumennya. Misalnya untuk jurnal berbeda dengan tesis atau laporan penelitian dsb. vii. Tabel dan gambar viii Gaya penulisan artikel pada jurnal ilmiah : • Sistematika penulisan bab taat asas • Artikel merupakan hasil penelitian • Diikuti dengan gambar, tabel atau grafik • Cara pengutipan mengikuti aturan baku • Pencantuman nama penulis tanpa gelar diikuti dengan alamat penulis • Abstrak berbahasa Inggris diikuti dengan kata kunci (keyword) • Sumber acuan mutakhir dan lebih banyak jurnal Kita bandingkan dengan format tulisan populer yang hanya terdiri atas judul, pendahuluan, isi dan kesimpulan. Tulisan populer tidak harus menggunakan daftar referensi. 5. Beda terbitan ilmiah dan terbitan popular Salah satu ciri terbitan ilmiah adalah memuat artikel yang ditulis oleh pakar yang berpengalaman di bidangnya . Terbitan ilmiah lebih ditujukan pada pembaca yang ingin menambah informasi lebih ilmiah dari pada terbitan populer. Berikut perbedaan kriteria antara terbitan ilmiah dan terbitan populer Tabel 2. Perbedaan Kriteria Terbitan Ilmiah dan Terbitan Populer NO KRITERIA TERBITAN ILMIAH ( JURNAL) TERBITAN POPULER ( MAJALAH ) 1. Iklan Sedikit, biasanya untuk terbitan atau jasa sesuai dengan disiplin/bidang yang dicakup Banyak iklan, hampri memenuhi halaman dan berwarna 2. Penampilan Jelas, sederhana, hitam-putih, berisi gamar, grafik dan tabel Menarik, mengkilap dengan gambar atau foto berwarna dan ilustrasi 3. Pembaca Kalangan ilmiah: mahasiswa, dosen, peneliti Umum 4. Penulis Ditulis oleh kalangan akademik di bidangnya Jurnalis yang tidak memiliki keahlian di suatu bidang 5. Redaksi 6. Bahasa Menggunakan bahasa ilmiah dan teknis sesuai disiplin/bidang yang dicakkup Menggunakan perbendaharaan yang sederhana, bukan teknis, dapat dibaca sebagian besar masyarakat 7. Tujuan/Maksud Melaporkan hasil penelitian/kajian yang orisinil dengan dengan percobaan, metode dan teori Menginformasikan atau menghibur pembaca, menjual produk atau mempromosikan sesuatu 8. Sumber dokumentasi Catatan kaki dan bibliografi Sumber jarang disebutkan/disitir 9. Contoh Referensi Untuk mengirimkan tulisan ilmiah kita untuk dipublikasikan lebih baik kita ketahui terlebih dahulu jenis jurnal atau majalahnya, hal ini penting karena disesuaikan dengan isi tulisan yang akan dimuat serta dalam rangka penghitungan angka kredit. Tulisan ilmiah dapat dipublikasikan ke majalah ilmiah maupun majalah populer dengan kriteria tersebut di atas. Sebagai perbandingan berikut adalah Perbandingan publikasi berseri yaitu majalah ilmiah, majalah semi ilmiah dan majalah populer berdasarkan SK Kepala LIPI No. 722/Kep/H.1/83 Tentang Pedoman dan Persyaratan teknis penerbitan publikasi LIPI: Tabel 3. Penerbitan Majalah Ilmiah, Majalah semi Ilmiah dan Majalah populer URAIAN Majalah Ilmiah (Jurnal) Majalah Semi Ilmiah Majalah populer Ruang lingkup Bidang keilmuan/spesialisasi yang menjadi tugas lembaga Bidang keilmuan/spesialisasi yang menjadi tugas lembaga secara umum Bidang keilmuawan secara umum Jadwal terbit (frekuensi) Sekurang-kurangnya setahun sekali Sekurang-kurangnya setahun sekali Sekurang-kurangnya dua kali setahun Jumlah halaman Sekurang-kurangnya 50 halaman Sekurang-kurangnya 50 halaman Sekurang-kurangnya 30 halaman sekali terbit Format Ukuran dan jenis kertas, tipe huruf, tata letak dsb ditetapkan tersendiri oleh redaksi majalah ybs Ukuran dan jenis kertas, tipe huruf, tata letak dsb, ditetapkan oleh redaksi majalah ybs Ukuran dan jenis kertas, tipe huruf, tata letak dsb, ditetapkan oleh redaksi majalah ybs Bahasa Indonesia dengan abstrak dalam bahasa Inggris atau bahasa Inggris dengan abstrak bahasa Indonesia Indonesia dengan abstrak dalam bahasa Inggris dengan terjemahan bahasa Indonesia Bahasa Indonesia ANGKA KREDIT BAGI PUSTAKAWAN Kegiatan menulis bagi pustakawan tingkat terampil maupun tingkat ahli dikategorikan ke dalam kegiatan pengembangan profesi (Poin IV), yaitu Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang perpusdokinfo yang terdiri atas beberapa kegiatan: Tabel 4. RINCIAN KEGIATAN PUSTAKAWAN DAN ANGKA KREDITNYA KEGIATAN RINCIAN A K a. Karya tulis ilmiah, hasil penelitian, pengkajian survey dan atau evaluasi di bidang perpusdokinfo yang dipublikasikan i. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional, setiap judul ii. Dalam makalah yang diakui oleh instansi yang berwenang setiap naskah 12.5 6 b. Karya tul b. karya ilmiah hasil penelitian,pengkajian survey, dan atau evaluasi di bidang perpusdokinfo yang tidak dipublikasikan, tetapi didokumentasikan di perpustakaan i. Dalam bentuk buku, setiap judul ii. Dalam makalah, setiap naskah 8 4 c. Karya tulis/karya ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang perpusdokinfo yang dipublikasikan i Dalam bentuk buku yang diterbitkan atau diedarkan secara nasionalsetiap judul ii Dalam makalah yang diakui oleh instansi yang berwenang 8 4 d.Makalah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah dan analisis hasil uji coba dalam bidang perpusdokinfo yang tidak dipublikasikan, tetapi didokumentasikan dalam bentuk makalah, setiap naskah 3.5 e. Karya tulis/karya ilmiah popular di bidang perpusdokinfo setiap tulisan yang merupakan satu kesatuan yang disebarluaskan melalui media massa, setiap naskah 2 f. Karya tulis berupa prasaran, tinjauan, gagasan atau ulasan ilmiah yang disampaikan dalam pertemuan ilmiah diklat dan sejenisnya, setiap naskah 2.5 Contoh Tulisan Yang Dapat Dihasilkan Bagi Pustakawan Hartono, Hari. Solusi pustakawan profesional yang diperlukan bagi masa depan Indonesia. Media Pustakawan: media komunikasi antar pustakawan, 10(3)2003:12-15 Suwahyono, Nurasih dan Sri Purnomowati. Pedoman penampilan majalah ilmiah Indonesia. Jakarta: Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah LIPI, 2002.38 hal. Sri Hartinah; Davis, M.; Hydari, A.; Kent, P. (2001). Indonesian nutrition research papers 1979-2000: A bibliometric analysis. In: 8th International Conference on Scientometrics and Informetrics: Proceedings - ISSI-2001. Sydney Australia, 16-20 July. Sydney: Bibliometric and Informetric Research Group (BIRG), University of New South Wales (UNSW), pp.225-234. PENUTUP Teori penulisan ilmiah baik berupa karya tulis maupun karya ilmiah lainnya sangatlah luas untuk dipelajari yaitu mulai dari penyiapan, struktur format, aturan penulisan sampai pada penggunaan gaya bahasa . Namun hal yang sangat penting adalah latihan dan membiasakan diri untuk menulis, karena menyampaikan teori penulisan sama saja dengan menyampaikan teoti cara berenang. Teori ini tidak akan dapat bermanfaat apabila tidak langsung dipraktekan atau latihan. Dari latihan akan muncul pengalaman-pengalaman dan akan semakin baik. Banyak buku yang membahas teori penulisan dari sudut pandang yang berbeda-beda. Makalah ini adalah sebagian kecil dari teori penulisan ilmiah secara keseluruhan, karena Diklat ini dikhususkan untuk para pustakawan sehingga lebih banyak ditujukan bagi pustakawan Indonesia. Daftar Pustaka Ashby, Mike. 2000. How to write a paper. Cambridge: Engineering Department, University of Cambridge. 37 p. D’Hoker, Eric. 2004. Guideline for scientific writing. Los Angeles: University of California, Department of Phisic and Astronomy. 9 p. Dharma, Surya. 2002. Kebijakan pengembangan jurnal ilmiah di Perguruan Tinggi.. Disajikan Dalam rangka Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah 21-25 Oktober 2002.di Universitas Tanjungpura. Departemen Pendidikan Nasional Gopen, George D and Judith A. Swan. 1990. The Science of scientific writing. American Scientist, 78(Nov-Dec): 550-558. Retype in internet Hermanto. 2004. Faktor penghambat pustakawan menulis artikel di surat kabar. Jurnal Perpustakaan Pertanian, 13 (2): 25-32 RI-Departemen Pertanian. 1998. Pedoman Penulisan laporan dan atau publikasi ilmiah. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 16 hlm. RI-Perpustakaan Nasional.2004. Keputusan Kepala Perpustakaan Nasional RI No. 10 Tahun 2004. Tenttang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka Kreditnya. 135 hlm. Characteristics of scholarly and popular writing. UBC http://www.library.ubc.ca/hss/instruction/scholpop.pdf Schulman, E Robert. How to Write a Scientific Paper. Annals of Improbable Research 2 (5): 8 Sobary, Mohamad. 1997. Proses penulisan populer. Makalah disampaikan untuk Seminar Sehari Penulisan Ilmiah dan Populer. IPI Jakarta Selatan Sulistyo-Basuki. 1997. Penulisan Makalah dan buku Ilmiah. Makalah disampaikan untuk Seminar Sehari Penulisan Ilmiah dan Populer. IPI Jakarta Selatan. SRI HARTINAH lahir di Solo, 14 Maret 1962. Magister pada Ilmu Perpustakaan dan Informasi di Universitas Indonesia. Sejak tergabung di Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah – LIPI tahun 1988 banyak berkecimpung di bidang penyebaran informasi ilmiah. Sejak lulus dari UI tahun 1996, tertarik pada metode bibliometrika untuk mengkaji dan meneliti literatur ilmiah sesuai dengan dunia perpustakaan. Tergabung dengan penelitian Hibah bersaing dengan Prof Sulistyo-Basuki selama 3 tahun sejak 1997-1999. Selain aktif di “pelayanan informasi”, juga mengajar pada diklat Metodologi Penelitian yang diselenggarakan bagian Diklat-LIPI untuk materi “Penelusuran dan temu kembali Informasi”, sedangkan di Universitas Indonesia menjadi dosen tamu untuk mata kuliah “bibliometrika” dan “Kemas ulang informasi”. Pada tahun 2000 memperoleh kesempatan untuk melakukan “penelitian dengan metode bibliometrika selama 3 bulan di Melbeurne-Australia. Hasil penelitiannya di presentasikan di Sydney pada International Conference on Scientometrika and Informetrica tahun 2001 dan diterbitkan dalam Proceeding of the 8th International Cinference on Scientometrics & Informetrics, Sydney Australia July 16-20th 2001. dan tulisan tentang penelitian bidang antropologi oleh peneliti asing di India. Sejak tahun 2003 sampai saat ini melakukan penelitian tentang “pemetaan ilmu” bidang Antropologi dan Ilmu hayati. Tahun 2004 menulis Panduan Menyusun Abstrak Ilmiah Bidang Perikanan Dan Kelautan Menggunakan www-Isis-Asfa Software. (Terjemahan). Tahun 2005 ini bersama rekan-rekan di PDII akan memulai menulis buku “ Metode bibliometrika dan aplikasinya” .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar